<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Televisi_digital</id>
	<title>Televisi digital - Revision history</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Televisi_digital"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Televisi_digital&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-04T11:05:57Z</updated>
	<subtitle>Revision history for this page on the wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.35.4</generator>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Televisi_digital&amp;diff=10680&amp;oldid=prev</id>
		<title>Onnowpurbo: New page: '''Televisi digital''' atau '''DTV''' adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke...</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Televisi_digital&amp;diff=10680&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2009-12-11T00:46:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;New page: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Televisi digital&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;DTV&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Televisi&quot; title=&quot;Televisi&quot;&gt;televisi&lt;/a&gt; yang menggunakan &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Modulasi&quot; title=&quot;Modulasi&quot;&gt;modulasi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;/wiki/index.php?title=Digital&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Digital (page does not exist)&quot;&gt;digital&lt;/a&gt; dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal &lt;a href=&quot;/wiki/index.php?title=Gambar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Gambar (page does not exist)&quot;&gt;gambar&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;/wiki/index.php?title=Suara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Suara (page does not exist)&quot;&gt;suara&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Data&quot; title=&quot;Data&quot;&gt;data&lt;/a&gt; ke...&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;New page&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;'''Televisi digital''' atau '''DTV''' adalah jenis [[televisi]] yang menggunakan [[modulasi]] [[digital]] dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal [[gambar]], [[suara]], dan [[data]] ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem [[siaran analog]] ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk [[bit]] data seperti komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:&lt;br /&gt;
*Perubahan lingkungan eksternal&lt;br /&gt;
**Pasar televisi analog yang sudah jenuh&lt;br /&gt;
**Kompetisi dengan sistem penyiaran [[satelit]] dan [[kabel]]&lt;br /&gt;
*Perkembangan teknologi&lt;br /&gt;
**Teknologi pemrosesan sinyal digital&lt;br /&gt;
**Teknologi transmisi digital&lt;br /&gt;
**Teknologi [[semikonduktor]]&lt;br /&gt;
**Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Frekuensi TV digital ==&lt;br /&gt;
Secara teknis, pita spektrum [[frekuensi]] [[radio]] yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan [[lebar pita]] frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan [[kamera]] [[video]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sistem pemancar TV digital ===&lt;br /&gt;
Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di [[Amerika]], penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di [[Eropa]], dan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di [[Jepang]]. Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean [[OFDM]] dengan kode suara [[MPEG-2]] untuk ISDB-T dan DTV serta [[MPEG-1]] untuk DVB-T.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-T sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima dengan sistem seluler. ISDB-T terdiri dari ISDB-S untuk transmisi melalui kabel dan ISDB-S untuk tranmisi melalui satelit. ISDB-T dapat diaplikasikan pada sistem dengan lebar pita 6,7MHz dan 8MHz. Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakainya, dimana mode pertama digunakan untuk aplikasi seluler televisi berdefinisi standar ([[SDTV]]), mode kedua sebagai aplikasi penerima seluler dan SDTV atau televisi berdefinisi tinggi ([[HDTV]]) beraplikasi tetap, serta mode ketiga yang khusus untuk HDTV atau SDTV bersistem penerima tetap. Semua data [[modulasi]] sistem pemancar ISDB-T dapat diatur untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut kontrol konfigurasi transmisi dan multipleks (TMCC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frekuensi sistem penyiaran televisi digital dapat diterima menggunakan antena yang disebut televisi terestrial digital (DTT), kabel ([[TV kabel]] digital), dan piringan satelit. Alat serupa [[telepon seluler]] digunakan terutama untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran televisi digital juga dapat diterima menggunakan [[internet]] berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet ([[IPTV]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Transisi TV analog ke TV digital ==&lt;br /&gt;
[[Transisi]] dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut [[kotak konverter]] ([[Set Top Box]]). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari [[pemancar]] televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun [[infrastruktur]] televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti [[studio]], bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia [[jaringan]], serta penyedia isi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perpindahan dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dilakukan di sejumlah negara maju beberapa tahun yang lalu. Di [[Jerman]], proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak tahun [[2003]] di [[Berlin]] dan tahun [[2005]] di [[Muenchen]]. Sementara [[Perancis]] dan [[Inggris]] telah menghentikan secara total siaran televisi analog mereka. Di Amerika Serikat, melalui Undang-Undang Pengurangan Defisit tahun 2005 yang telah disetujui oleh [[Kongres]], setiap [[stasiun televisi]] lokal yang berdaya penuh diminta untuk mematikan saluran analog mereka pada tanggal [[17 Februari]] [[2009]] dan meneruskan siaran dalam bentuk digital secara eksklusif. Sementara Jepang akan memulai siaran televisi digital secara massal pada tahun 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perkembangan TV digital di Indonesia ==&lt;br /&gt;
[[Industri]] televisi [[Indonesia]] sudah dimulai sejak tahun [[1962]] dimulai dengan pengiriman teleks dari [[Presiden]] [[Soekarno]] yang berada di [[Wina]] kepada [[Menteri Penerangan]] [[Maladi]] pada [[23 Oktober]] [[1961]]. Presiden Soekarno memerintah Maladi untuk segera mempersiapkan proyek televisi. [[TVRI]] adalah stasiun televisi pertama yang berdiri di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TVRI melakukan siaran percobaan pada [[17 Agustus]] 1962 dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. TVRI mengudara untuk pertama kali tanggal [[24 Agustus]] 1962 dalam acara siaran langsung upacara pembukaan [[Asian Games]] IV dari Stadion Utama [[Gelora Bung Karno]]. Sejak saat itu dirintis pembangunan stasiun televisi daerah pada akhir tahun [[1964]]. Kemudian dibentuk stasiun-stasiun produksi keliling ([[SPK]]) tahun [[1977]] sebagai bagian [[produksi]] dan merekam paket acara untuk dikirim dan disiarkan melalui stasiun pusat TVRI Jakarta di beberapa [[ibu kota]] [[provinsi]]. Konsep SPK diadopsi oleh beberapa stasiun televisi swasta berjaringan tahun 1990-an. Televisi swasta menggunakan kanal frekuensi ultra tinggi ([[UHF]]) dengan lebar pita untuk satu program siaran sebesar 8 MHz.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Migrasi]] dari sistem penyiaran analog ke digital menjadi tuntutan teknologi secara internasional. Aplikasi teknologi digital pada sistem penyiaran televisi mulai dikembangkan di pertengahan tahun 1990-an. Uji coba penyiaran televisi digital dilakukan pada tahun [[2000]] dengan pengoperasian sistem digital dilakukan bersamaan dengan siaran analog sebagai masa transisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun [[2006]], beberapa pelaku bisnis pertelevisian Indonesia melakukan uji coba siaran televisi digital. PT Super Save Elektronik melakukan uji coba siaran digital bulan April-Mei 2006 di saluran 27 UHF dengan format DMB-T (Cina) sementara TVRI/[[RCTI]] melakukan uji coba siaran digital bulan Juli-Oktober 2006 di saluran 34 UHF dengan format DVB-T. Peraturan [[Menteri Komunikasi dan Informatika]] Nomor:07/P/M.KOMINFO/3/2007 tanggal [[21 Maret]] [[2007]] tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia menetapkan DVB-T ditetapkan sebagai standar penyiaran televisi digital teresterial tidak bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stasiun-stasiun televisi swasta memanfaatkan teknologi digital pada sistem penyiaran terutama pada sistem perangkat studio untuk memproduksi, mengedit, merekam, dan menyimpan program. Sementara itu penyelenggara televisi digital memanfaatkan [[spektrum]] dalam jumlah besar, dimana menggunakan lebih dari satu kanal [[transmisi]]. Penyelenggara berperan sebagai operator jaringan dengan mentransmisikan program stasiun televisi lain secara terestrial menjadi satu paket layanan. Pengiriman sinyal gambar, suara, dan data oleh penyelenggara televisi digital memakai sistem transmisi digital dengan satelit atau yang biasa disebut sebagai [[siaran TV berlangganan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TVRI telah melakukan peluncuran siaran televisi digital pertama kali di Indonesia pada [[13 Agustus]] [[2008]]. Pelaksanaan dalam skala yang lebih luas dan melibatkan televisi swasta dapat dilakukan di bulan [[Maret]] [[2009]] dan dipancarkan dari salah satu menara pemancar televisi di Joglo, [[Jakarta Barat]]. Sistem penyiaran digital di Indonesia mengadopsi sistem penyiaran video digital standar internasional (DVB) yang dikompresi memakai MPEG-2 dan dipancarkan secara terestrial (DVB-T) pada kanal UHF (di Jakarta di kanal 40, 42, 44 dan 46 UHF) serta berkonsep gratis untuk mengudara. Penerimaan sinyal digital mengharuskan pengguna di rumah untuk menambah kotak konverter hingga pada nantinya berlangsung produksi massal TV digital yang bisa menangkap siaran DVB-T tanpa perlu tambahan kotak konverter. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain siaran DVB-T untuk pengguna rumah, dilakukan uji coba siaran video digital berperangkat genggam (DVB-H). Siaran DVB-H menggunakan kanal 24 dan 26 UHF dan dapat diterima oleh perangkat genggam berupa [[telepon seluler]] khusus. Keutamaan DVB-H adalah sifat siaran yang kompatibel dengan layar telepon seluler, berteknologi khusus untuk menghemat baterai, dan tahan terhadap gangguan selama perangkat sedang bergerak. Jaringan DVB-H di Indonesia dipercayakan kepada jaringan Nokia-Siemens. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Departemen Komunikasi dan Informasi merencakan untuk mengeluarkan lisensi penyiaran digital pada akhir tahun 2009 bersamaan dengan penghentian pemberian izin untuk siaran televisi analog secara bertahap. Pemerintah telah menetapkan peserta yang mendapat izin frekuensi sementara untuk menyelenggarakan uji coba DVB-T dan DVB-H di Jakarta yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Untuk DVB-T&lt;br /&gt;
**Lembaga Penyiaran Publik TVRI&lt;br /&gt;
**Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI) : [[SCTV]], [[ANTV]], [[TransTV]], [[Trans7]], [[TV One]], [[Metro]]&lt;br /&gt;
*Untuk DVB-H&lt;br /&gt;
**[[Telkom]] Tbk ([[Telkomsel]] dan [[TelkomVision]])&lt;br /&gt;
**[[Mobile-8 Telecom]] Tbk (didukung oleh TV grup [[MNC]] : RCTI, [[Global]], [[TPI]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perangkat penerima yang akan mendukung uji coba siaran digital di Indonesia adalah Polytron dengan produk TV digital dan kotak konverter. Polytron akan mengeluarkan TV digital berukuran 21 inchi dan 29 inchi dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik sistem penyiaran TV digital terestrial ==&lt;br /&gt;
Sistem penyiaran televisi digital yang ada di Indonesia dibagi berdasarkan kualitas penyiaran, manfaat, dan keunggulan TV Digital tersebut. TV Digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap area penyiaran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kualitas penyiaran TV digital ===&lt;br /&gt;
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan [[resolusi]] tinggi. [[Teknologi]] digital memerlukan [[kanal]] siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman [[informasi]] berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Manfaat penyiaran TV digital ===&lt;br /&gt;
* TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.&lt;br /&gt;
* Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan [[komunikasi]] dua arah layaknya [[internet]]. &lt;br /&gt;
* Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.&lt;br /&gt;
* TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang [[bisnis]] pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Keunggulan frekuensi TV digital ===&lt;br /&gt;
Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui [[kode]] koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan [[daya]] yang rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Transmisi pada TV Digital menggunakan [[lebar pita]] yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan [[OFDM]] yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai [[operator]] penyelenggara [[jaringan]] televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan [[kanal]] ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal [[frekuensi]] untuk 4 hingga 6 [[program]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan [[modem]],[[jaringan]] [[telepon]] atau jalur kembali [[televisi kabel]], maupun [[satelit]] untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap ([[PSTN]]) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi ([[ISDN]]). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk [[interaksi]] melalui jaringan [[CATV]], [[HFC]], sistem [[terestrial]], [[SMATV]], [[LDMS]], [[VSAT]], [[DECT]], dan [[GSM]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2006-01-11-Menyongsong-Era-TV-Digital.shtml &amp;quot;Menyongsong Era TV Digital&amp;quot;], Berita Iptek&lt;br /&gt;
* [http://www.denken.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;cid=6&amp;amp;artid=21 &amp;quot;Perlunya TV Digital di Indonesia&amp;quot;], Denken&lt;br /&gt;
* [http://jardiknas.depdiknas.go.id/index.php/eadministrasi/informasi/720-televisi-digital &amp;quot;Televisi Digital&amp;quot;], Depdiknas&lt;br /&gt;
* [http://www.detikinet.com/read/2009/06/26/165910/1154734/328/lisensi-tv-analog-dihentikan-bertahap &amp;quot;Lisensi TV Analog Dihentikan Bertahap&amp;quot;], Detik iNet&lt;br /&gt;
* [http://www.dtvanswers.com/ &amp;quot;Era Menuju ke Televisi Digital (DTV) Telah Tiba&amp;quot;], DTV Answer&lt;br /&gt;
* [http://www.gaptek28.wordpress.com/2009/03/04/uji-coba-siaran-televisi-digital &amp;quot;Uji Coba Siaran Televisi Digital DVB di Jabotabek&amp;quot;], Dunia Digital Gaptek&lt;br /&gt;
* [http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&amp;amp;conf=v&amp;amp;id=54 &amp;quot;Info Iptek TV Digital&amp;quot;], Ristek&lt;br /&gt;
* [http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/14/80506/18/Selamat.Datang.Televisi.Digital &amp;quot;Selamat Datang Televisi Digital&amp;quot;], Suara Merdeka&lt;br /&gt;
* [http://arsip.televisiana.net/?p=72 &amp;quot;Perlunya TV Digital di Indonesia&amp;quot;], Televisiana&lt;br /&gt;
* [http://www.electronics.howstuffworks.com/dtv.htm &amp;quot;How Digital Television Works&amp;quot;], How Stuff Works&lt;br /&gt;
* [http://www.slate.com/id/2220284 &amp;quot;Digital TV is Here. Please Remain Calm!&amp;quot;], Slate Magazine&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
* Buku Putih Penelitian, Pengembangan dan Penerapan IPTEK 2005-2025. Kementrian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
* Mirabito, M.A.M., &amp;amp; Morgenstern, B.L (2004). New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact, Fifth Edition, UK: Focal Press.&lt;br /&gt;
* Peraturan Menkominfo No. 07/P/M.KOMINFO/3/2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial Untuk Televisi Tidak Bergerak Di Indonesia.&lt;br /&gt;
* Peraturan Menkominfo No. 27 /P/M.KOMINFO/8/2008 tentang Uji Coba Lapangan Penyelenggaraan Siaran Televisi Digital.&lt;br /&gt;
* Tjahyono, Bambang Heru. 2006. Sistem Jaringan Penyiaran Radio dan Televisi Dimasa Mendatang. Kajian Teknologi Informasi Komunikasi. Jakarta : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
*[[Siaran televisi digital terestrial]]&lt;br /&gt;
*[[Siaran TV Digital Indonesia]]&lt;br /&gt;
*[[HDMI]]&lt;br /&gt;
*[[ATSC]]&lt;br /&gt;
*[[DVB]]&lt;br /&gt;
*[[IPTV]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Onnowpurbo</name></author>
	</entry>
</feed>